Lelang Lambat Tayang Kepala ULP Singgung OPD Perencanaan

3.794 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Lelang proyek pekerjaan pembangunan di Kabupaten Pandeglang hingga saat ini sudah memasuki triwulan II, akan tetapi baru memasuki tahapan pembuktian belum ada pemenang, bahkan dari keharusan 104 paket lelang, baru 95 paket yang dapat dilelangkan.

Keterlambatan yang terjadi dalam lelang itu dikatakan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pandeglang Iim Ubaedi, bahwa bukan ada pada internal pihaknya. Melainkan keterlambatan itu, diakibatkan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya.

” Lambat tayang ini akibat perencanaan di OPD masing-masing lambat ditambah tahun berjalan. Sebab pekerjaannya banyak, alasan mereka minim konsultannya. Kalau ULP siap saja, kalau dari OPD input RPP (Rencana Pelaksanaan Pembangunan), tentu langsung kami kerjakan,” kata Iim, Selasa 14 Mei 2019.

Iim menegaskan, yang membuat lambat lelang tayang itu diakibatkan OPD-nya. Bahkan dia mengungkapkan sampai sekarang ada dua OPD lagi yang belum menyelesaikan dan menyerahkan dokumen pekerjaan yang ingin dilelangkan tersebut.

” OPD yang paling lambat itu Dinas Pertanian (Distan) dan Disperindag Esdm. Apalagi Distan, sama sekali belum menyerahkan pekerjaan yang bakal dilelangkan tersebut. Itu barangkali dua dinas lagi yang lambat,” jelasnya.

Menurutnya, semua lelang pekerjaan itu mau tidak mau harus dapat diselesaikan cepat dan pada bulan Juni nanti semua pekerjaan harus sudah terkontrak. Sebab kata dia, jika tidak terutama pada Dana Alokasi Khusus (DAK) bakal berdampak patal pada anggaran Pemkab Pandeglang.

” Taregetnya maksimal bulan Juni itu harus sudah terkontrak, terutama yang DAK. Mudah-mudahan terkejar, semaksimal mungkin ULP mengejar itu, supaya DAK gol. Sebab kalau gagal, itu yang bakal bermasalah,” pungkasnya.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada Sekertariat Daerah (Setda) Pandeglang, Indah Dinarsiani menyatakan adanya keterlambatan dikarenakan pada bulan Februari terbit Peraturan Presiden (Perpres) yang baru. Dari aturan itu ternyata kata dia, banyak hal yang memang mesti dirubah dikarenakan tidak sama dengan Perpres 54 (sebelumnya), sehingga dokumen-dokumen perlu ada perubahan.

” Jadi akibat ada Perpres yang baru, dimana yang tadinya sudah pada masuk untuk dilelangkan, harus diperbaharui dan diperbaiki kembali. Akibat hal itulah, sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang dan ini memang sangat menghambat lelang yang benar-benar sudah terjadwal bakal diselesaikan cepat,” imbuhnya.

Indah juga membenarkan masih ada dua OPD yang belum menyerahkan lelang. Jika masih saja lambat tegas dia, pihaknya bakal meninggalkannya dan tidak akan menunggu-nunggu yang lambat.

” Kami targetkan, minggu ini harus dapat diselesaikan dokumennya. Jika masih lambat ya kami tinggal saja. Kan selama ini juga kami kedepankan yang bisa cepat,” pungkasnya.