PBB Dijegal, Akademisi Ilmu Politik UIN Bandung Angkat Bicara

8.932 dibaca
Akademisi ilmu politik UIN Bandung, Dr. Fauzan Ali Rasyid M.Si.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak meloloskan Partai Bulan Bintang (PBB) dalam Pemilu 2019, menimbulkan beberapa asumsi, terutama salah satunya adalah penjegalan terhadap Yusril Ihza Mahendra yang mungkin saja maju sebagai calon Presiden.

Hal ini disampaikan oleh Akademisi Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fauzan Ali Rasyid, Senin, 19 Februari 2018.

“Kalau tentang PBB yang tidak masuk itu, lebih cenderung ingin menjegal pak Yusril untuk nyalon menjadi presiden. Jadi orang kan melihat PBB itu seperti identik dengan pak Yusril, dan Pak Yusril itu punya kans untuk maju di 2019. Dibatalkanya PBB tidak lolos itu, karena faktor menjegal pak Yusril saja untuk menjadi calon presiden. Jadi dia (Yusril) tidak punya modal sekarang untuk jadi presiden,” tutur Fauzan.

Penjegalan itu bukan hanya karena sosok Yusril saja, melainkan PBB, partai yang tetap konsisten memperjuangkan syariat Islam, terutama Piagam Jakarta di Indonesia.

“Karena kan PBB itu tetap istikomah, dari semenjak berdiri sampai pemilu kemarin itu selalu mengangkat tentang syariat Islam, kemudian mengangkat Piagam Jakarta. Orang-orang anti Islam, orang-orang non Muslim merasa gerah dengan ulah isu-isu itu, jadi satu satunya partai yang tetap konsisten. Dan yang lain kan sudah mulai melebur, tidak ada lagi ungkapan ungkapan yang menunjukan pro terhadap syariat Islam. PBB mungkin keras, dan orang mungkin setuju untuk dipenggal karena terlalu keras dan ngototnya itu, bisa jadi, faktor itu”, pungkas dia.

Editor: NA