Ribuan Botol Miras Hingga Kendaraan Disita Bea Cukai

5.182 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) kantor wilayah Jawa Barat menindak kegiatan produksi ilegal barang kena cukai berupa minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA), di Bojongsoang, Kabupaten Bandung Senin, 19 Februari 2018.

Advertisement

Pelaku berinisial TR berusia 43 Tahun, digerebeg oleh pihak Bea Cukai dengan barang bukti berupa 3752 botol minuman mengandung etil alkohol golongan B produksi dalam negeri bermerk Kuda Mas, 2085 keping pita cukai MMEA diduga bekas pakai, 1 unit mobil Toyota Inova, alat produksi untuk membuat MMEA serta bahan baku dan bahan penolong pembuatan MMEA.

Saipullah Nasution selaku kepala kantor Wilayah DJBC Jawa Barat, menjelaskan hasil produksi MMEA dijual di daerah Kota Bandung, Garut dan Tasikmalaya. Sedangkan kegiatan produksi ilegal MMEA sudah dilakukan pelaku TR kurang lebih 4 bulan sejak Oktober Tahun 2017.

“Tersangka TR dijerat dengan pelanggaran pasal 50 UU No. 39 Tahun 2007 tentang cukai dengan ancaman pidana penjara 1 sampai dengan 5 tahun, dan pidana denda 2 sampai dengan 10 kali nilai cukai yang harus dibayar. Tersangka TR juga terkena ancaman pasal 54 UU Nomor 39 Tahun 2007 dan pasal 55 huruf c UU Nomor 39 Tahun 2007,” tutur Saipullah.

Saipullah juga menerangkan, perkiraan nilai barang dari MMEA hasil penindakan sebesar Rp 192.720.000, sedangkan kerugian negara sebesar Rp 474.726.780. Perkiraan kegiatan produksi MMEA ilegal sudah berlangsung selama 4 bulan dengan dampak hilangnya potensi penerimaan negara dibidang bea cukai sebsar Rp 1.898.907.120 dan kerugian inmaterial yang lebih besar adalah timbulnya dampak sosial dengan munculnya berbagai tindakan kriminal akibat peredaran mengandung etil alkohol ilegal tersebut.

“Upaya penindakan yang dilakukan Direktorat Jendaral Bea Cukai terhadap kegiatan produksi dan peredaran barang kena cukai ilegal akan terus dilakukan secara berkesinambungan, selain demi melaksanakan fungsi perlindungan masyarakat, juga untuk memberikan situasi kondusif terhadp peredaran barang kena cukai yang telah memenuhi ketentuan di bidang cukai,” tandas Saipullah.

Editor: NA