Pemalsu SIM, STNK dan KTP Berhasil Dibekuk Polisi

8.319 dibaca
Polisi mengapit tiga pelaku pemalsu SIM, STNK, dan KTP dan ditahan di Mapolsek Caringin Polres Bogor. Pelaku ditangkap berkat informasi masyarakat.(foto: Kapolsek Caringin)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR -Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Caringin, Polres Bogor, berhasil membekuk pengguna dan pelaku pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang beroperasi di wilayah Sukabumi, Bogor dan Jakarta.

Advertisement

Kapolsek Caringin, AKP Suseno, mengatakan, pengguna dan pemalsu surat-surat yang ditangkap sebanyak tiga orang.

“Penangkapan ini berkat informasi masyarakat. Kami kemudian melakukan penyelidikan terkait banyaknya laporan masyarakat tentang peredaran surat palsu, seperti pembuatan SIM palsu. Akhirnya kami menangkap satu orang pemilik SIM palsu dan akhirnya berkembang kepada satu orang perantara penjual SIM palsu dan berakhir dengan penangkapan pembuat surat-surat palsu tersebut,” ungkapnya, Kamis, 15 Maret 2018.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial AE (37) sebagai pengguna SIM palsu, J (27) sebagai pengguna dan perantara penjual SIM palsu dan RK (47) sebagai pembuat dan penjual SIM, KTP, dan STNK palsu.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti tiga handphone, tujuh stempel Dinas Pendapatan Provinsi Jabar, stempel tukar nama, stempel Dinas Perhubungan, stempel dalam proses tukar nama, stempel Ditlantas Polda Metro Jaya, stempel pengesahan pajak Jakarta Pusat, stempel loket, dua bak stempel, 13 KTP yang diduga palsu, 2 SIM B2 umum diduga palsu, 3 buku KIR, daftar seri huruf nomor polisi, beberapa STNK dan dokumen lainnya.

Modus pelaku adalah dengan cara meminta bahan baku format blangko dengan SIM asli seperti SIM A dan selanjutnya di copy datanya, lalu kemudian diprint ulang menjadi SIM BI, BI Umum, BII Umum. Atau pun pelaku mendapatkan data surat-surat SIM dari dompet hasil copet atau dompet yang terjatuh di jalan.

“Pelaku menarik biaya pembuatan SIM seharga Rp 600.000 apabila membawa bahan SIM sendiri dan mematok harga Rp 800.000 apabila semua bahan disediakan dari pembuat. Untuk pembuatan STNK palsu atau pun pengesahan STNK palsu dipatok dengan harga Rp 1.500.000 hingga Rp 3.000.000,” terang AKP Suseno.

Pelaku mengaku melancarkan usaha pembuatan SIM dan STNK palsu ini sudah berjalan dua tahun lamanya.

“Sebelumnya, RK (47) merupakan salah satu biro jasa di Samsat wilayah Jakarta yang sudah bekerja selama tiga tahun lamanya, namun dia melakukan pekerjaan sampingan menjual jasa SIM dan STNK palsu selama dua tahun lamanya,” ujar Kapolsek.

Pelaku menawarkan jasanya dengan melalui perantara atau pun dijual secara online dan kemudian dikirimkan via jasa pengiriman.

Para pelaku terancam dengan dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan untuk pembuat surat palsu dijerat dengan pasal berlapis, yakni 263 KUHP dan 264 KUHP tentang pemalsuan surat dan diancam dengan hukuman penjara paling lama 8 tahun.