Pilwalkot Bandung, Demokrat Sulit Koalisi Dengan Golkar Jika Begini

16.089 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Partai Demokrat dinilai akan berat jika harus berkoalisi dengan Golkar di Kontestasi Pemilihan Walikota Bandung 2018 mendatang. Ini karena Golkar pun memposisikan sebagai partai yang mengusung kadernya menjadi calon walikota. Demikian juga dengan Partai Demokrat yang saat ini sedang membidik posisi Bandung satu

Penegasan ini disampaikan ketua DPC Demokrat Kota Bandung, Erwan Setiawan

Advertisement

” Saya pastikan kang, kalau dari Golkar calonnya Nurul Arifin berat bagi PD ( Partai Demokrat ) untuk bersama ( dengan Golkar ). Terkecuali Golkar tidak membidik Bandung satu, ” kata Erwan pada Buana Indonesia, Senin, 16 Oktober 2017

Masih kata Erwan, saat ini Partai Demokrat Kota Bandung sedang mempersiapkan bakal calon walikota Bandung

” Saat ini kami sedang membidik untuk Bandung satu. Sementara Nurul Arifin juga calon Walikota dari Golkar, jadi sangat tidak mungkin kita bersama, ” jelas pria yang juga menjadi kandidat bupati Sumedang dari partai Demokrat itu.

Sebelumnya, Golkar mengusung Nurul Arifin untuk menjadi bakal calon walikota Bandung di Pemilihan Walikota Bandung 2018. Seperti Golkar, Demokrat juga telah melakukan proses penjaringan calon walikota Bandung dalam kontestasi politik itu melalui konvensi partai besutan SBY itu. Sekda Kota Bandung, Yossi Irianto dan Rulli Hidayat, putra bekas menteri perindustrian M.S Hidayat menjadi kandidat yang diprediksi akan bersaing ketat dalam konvensi itu.