BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Ratusan orang dari berbagai elemen yang terdiri dari elemen pelaku usaha, pegiat sosial kemasyarakatan, berbagai organisasi kepemudaan, tokoh pesantren hingga akademisi yang ada di Kabupaten Garut berkumpul di Kamojang Green Hotel dan Resort, Garut, Jawa Barat Rabu, 12 Juli 2017. Mereka diundang dalam sebuah gelaran halal bi halal Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Jawa Barat. Namun, disela Halal Bi Halal tersebut, satu persatu perwakilan masyarakat dari berbagai elemen yang hadir menyatakan dukungan terhadap Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal .
Perwakilan berbagai elemen warga Garut ini pun menyampaikan pernyataan sikap dan dukungan mereka agar Agung Suryamal bisa ikut dalam kontestasi Pemilihan Gubernur ( Pilgub ) Jabar 2018 – 2023 mendatang.
Tata Anshorie, salah seorang deklarator dukungan terhadap Agung Suryamal mengatakan, pihaknya meyakini campur tangan Agung di birokrasi kelak dapat mendorong percepatan pertumbuhan dunia usaha dan ekonomi Jawa Barat.
” Saudara Agung Suryamal kami yakini bisa mempercepat pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Jawa Barat yang Insya Allah menciptakan kesejahteraan rakyat yang lebih baik lagi sebanding dengan pertumbuhan perekonomian Jawa Barat. Saudara Agung Suryamal juga memiliki kemampuan untuk menjadi perekat, tidak hanya dikalangan dunia usaha dan industri, namun perekat didalam kehidupan bermasyarakat, ” Kata Tata yang juga dikenal dikalangan pegiat sosial di Garut ini
Sementara itu, salah satu KH Cecep Abdul Halim dari Pondok Pesantren Darussalam Wanaraja Garut mengatakan, Agung Suryamal adalah figur yang tidak ambisius, tapi berasal dari figur yang benar – benar diusung dan didorong maju menjadi seorang pemimpin.
” Dengan latar beliau yang pengusaha, ahli ekonomi, paling tidak bisa memajukan Jawa Barat dalam bidang ekonomi ya, terutama sekali memperkencil jumlah orang miskin, karena bagaimanapun tugas pemimpin itu melakukan pemerataan. Jangan terjadi ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Beliau ini kan digadang-gadang, banyak yang meminta beliau menjadi Gubernur Jawa Barat. Beliau berarti berangkatnya bukan karena ambisi. Karena kalau orang berangkatnya karena ambisi, biasanya kesananya itu tidak akan ditolong oleh Allah, kalau beliau kan diusung ya, didesak oleh berbagai elemen, Insya Allah, bukan mengajukan diri ingin jadi pemimpin. Jika seorang pemimpin itu berangkat karena diusung, Insya Allah, pertolongan itu datang dengan sendirinya. Kami menghendaki sosok yang amanah, karena modalnya kejujuran yang utama, sehingga dengan amanah itu dilandasi dengan rasa takut pada Allah semata, ” kata KH Cecep.












