Sekolah Ini Ambruk Dihantam Angin

15.623 dibaca

BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Hujan lebat yang disertai anggin kencang yang menguyur wilayah Kabupaten Pandeglang selama satu hari satu malam telah mengakibatkan tiga ruang digedung sekolah Madrasah Tsnawiyah (MTs) Fastabilqul Khoirot tepatnya di Kampung Tajur, Desa Idaman Kecamatan Pantia ambruk. Kejadian ini terjadi rabu, 4 Januari 2017 sekitar pukul 23.30 Wib kemarin.

Kepala Sekolah  MTs Fastabilqul Khoirot, Encep Faturohman mengungkapkan, pada malam itu angin di wilyahnya sangat kencang seperti ada puting beliung dan hujan juga sangat deras tak henti-henti. Tidak lama kemudian pada sekitar pukul 11.50 Wib, ia mendapatkan laporan dari warga sekitar gedung sekolah bahwa sekolah mengalami ambruk.

Advertisement

Menurutnya, kondisi kerusakan bangunan sekolah yang dipimpinnya itu sangat parah karena ambruk. Begitu juga baik kursi dan menja siswa atau guru yang ada ditiga ruang itu mengalami kerusakan karena tertimpa tembok dan atap.

” Untuk sementara ini Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) kami liburkan. Kedepannya kami akan meminjam gedung Madrasah Diniyah Alawiyah (MDA) supaya para siswa bisa melaksanakan KBM sebelum kami mendapatkan bantuan untuk membagun gedung itu,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya sangat berharap pihak pemerintah membantu untuk membangun kembali gedung tersebut. Karena kalau tidak cepat di bangun KBM terganggu dan kasian kepada siswa-siswi yang sedang menuntut ilmu tidak punya ruang kelas.

“Sebetulnya, bangunan ini berdiri dari tahun 2009 dan sampai sekarang belum pernah mendapatkan bantuan untuk merehab walau kami selalu mengajukannya kepada pihak pemerintah,” keluhnya.

Sementara Kepala Desa  Idaman, Ilman mengatakan, ia juga mendapatkan informasi dari warganya dan langsung menyambangi sekolah tersebut. Setelah itu katanya, ia juga langsung menyampaikan kejadian itu kepada pihak Taruna Siaga Bencana (Tagana), Bandan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pandeglang dan pihak Kecamatan.

“ Kami sudah melakukan pendataan, dan setelah itu kami akan melaporkan kejadian ini kepada para pihak terkait agar segera mendapatkan bantuan. Karena kalau tidak segera dibantu kasian kepada anak-anak sekolah. Kami juga sangat berharap semua pihak yang ada di Pemkab Pandeglang respon dan bergerak cepat untuk membantu,” harapanya.

Sementara, Koordinator Tagana Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana membenarkan, peristiwa yang menimpa bangunan sekolah hingga ambruk itu diakibatkan hujan deras dan hantaman angin kecang. Karena sampai saat ini pihaknya juga memantau keadaan cuaca masih buruk.

“Kami juga sudah mendapatkan laporannya, dan kami akan langsung kesana untuk membantu melakukan evakuasi keadaan sekolah tersebut. Jika tidak ada tempat lagi untuk belajar para siswa, kami juga akan upaya mendirikan tenda agar para siswa bisa belajar seperti biasanya. Kami juga akan laporakn perihak ini langsung ke Kemendag Pandeglang,” katanya.