SMKN 8 Garut Salah Gunakan Kendaraan Praktek Bantuan Kemendikbud

15.300 dibaca
Mobil SMKN 8 Garut yang saat ini ditahan di Polres Garut karena tidak bisa menunjukan surat resmi kendaraan dan menggunakan Flat Nomor Palsu

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pada Selasa 16 Oktober 2018 lalu Polres Garut sempat menggelar Pers Rilis terkait hasil operasi Lodaya 2018 yang dilakukan Satlantas Polres Garut dengan menjaring ribuan kendaraan R2 dan R4 di Mapolres Garut, dalam pers rilis tersebut sempat terjaring 2 mobil berflat merah yang diketahui salah satunya mobil bertuliskan SMKN 8 Garut, dari informasi yang disampaikan Kapolrea Garut AKBP Budi Satria Wiguna diketahui bahwa mobil tersebut ditahan karena tidak bisa menunjukkan Bukti surat kendaraanya dan menggunakan flat Nomor Palsu.

Dari penyelusuran Tim Buanaindonesia diketahui bahwa mobil yang digunakan merupakan mobil bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kepentingan praktek Siswa Di SMKN 8 Garut Tahun 2016.

Kepala Sekolah SMKN 8 Garut saat hendak ditemui oleh wartawan untuk dimintai keterangan, beliau tidak ada dikantor, bahkan saat mencoba mencari dikediamannya sulit ditemui, hanya saja seorang kepala tata usaha sekolah yang bisa menjelaskan.

Kepala Tata Usaha (TU), Dasep, membenarkan bahwa mobil yang didapat dari bantuan pusat untuk kegiatan praktek siswa siswinya pada saat itu dipakai untuk kepentingan membeli bahan bakar minyak ke SPBU limbangan, dan terkena razia.

Karena tidak bisa menunjukan surat kelengkapan kendaraan jenis mobil bermerk honda brio ini, maka kendaraan tersebut ditahan pihak Satlantas yang sedang melakukan tugasnya.

Saat ditanya tentang surat-surat kendaraan tersebut, Dasep menjelaskan, pihaknya begitu mendapat bantuan mobil tersebut hanya diberikan berita acara serah terima saja dari pusat, dan tidak diberikan surat-suratnya.

“Pasca kejadian ini pihak sekolah sudah memberitahukan kejadian ini kepada pusat, dan mencoba untuk meminta penjelasan agar bisa membantu untuk melengkapi surat-surat kendaraan tersebut, karena kalau sudah masuk ranah polisi dan terjadi seperti ini, pihaknya tidak mau diindikasikan sebagai pelaku kejahatan”, jelasnya. (chandra)