Spanduk Milik Kesbangpol Jadi Polemik, Bupati Garut Legowo meminta maaf

13.722 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Spanduk yang dikeluarkan oleh Kesbangpol Kabupaten Garut tentang  pelaksanaan pilkades di Kabupaten Garut tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat. Dalam spanduk tersebut, Lambang negara yang harusnya utuh berdiri tegak dinilai hilang kewibawaannya karena bagian atad lambang Burung Garuda  tertutup oleh sebuah kata kiasan.

Hal juga dinilai sangat mencoreng pelaksanaan pilkades serempak yang dilaksanakan tanggal 22 Mei 2017.

Advertisement

Ridwan Firdaus Tokoh Pemuda  Garut mengatakan , kejadian ini sangat menghina dan merendahkan lambang negara . Sedang saat – saat ini pemerintah gencar mencanangkan kecintaan tanah air dan kebangsaan serta membanggakan lambang pancasila,

” Ini sangat merendahkan lambang negara kita,” ujar Ridwan.

Polemik itu kemudian yang membuat bupati Garut H. Rudy Gunawan angkat bicara. Kata Bupati, pihaknya meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Garut dan masyarakat Indonesia

” Kami meminta maaf atas insiden ini , kami yakin ini tidak ada unsur kesengajaan,” kata nya.

Sementara itu, wakil ketua Komisi A DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan Yudha Turmawan berpendapat, meski penggunaan Lambang Negara diatur oleh Undang Undang No 24 Tahun 2009 pasal 57, namun dalam konteks spanduk yang dibuat oleh kesbangpol ini, konteks dengan sengajanya menjadi sesuatu yang debatable,

” Jadi kita perlu mendalami lagi unsur kesengajaan dalam pembuatan nya dan perlu ditekankan juga permintaan maaf Bupati atas insiden itu kita hargai, karena patut kita duga bahwa pihak percetakan belum tentu paham akan undang undang yang mengatur tentang lambang negara. Jadi alangkah bijaknya bila seluruh unsur yang terkait duduk bersama, sebelum memutuskan permasalahan ini ke jalur hukum, saya sendiri menghormati upaya hukum yang dilakukan beberapa pihak dan saya berharap penegak hukum bisa membuka tabir apakah kesalahan pembuatan spanduk yang memuat lambang negara ini memenuhi unsur pidana atau tidak,” saran Yudha