Cari Teman di Aplikasi Kencan, Pria Ini Justru Jadi Korban Pemerasan di Bekasi Selatan

4.981 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BEKASI- Masyarakat diminta waspada terhadap maraknya modus pemerasan yang dilakukan melalui aplikasi kencan daring. Seorang pria, sebut saja Yudi (nama disamarkan), mengaku menjadi korban pemerasan setelah sebelumnya berkenalan dengan seseorang melalui salah satu aplikasi kencan yang populer di kalangan pengguna anonim.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Advertisement

Menurut penuturan Yudi, kejadian bermula ketika ia berkenalan dengan akun yang menggunakan foto perempuan. Setelah sempat berbincang dan melakukan kesepakatan, Yudi diarahkan untuk datang ke sebuah rumah kos yang disebut sebagai tempat pertemuan.

“Awalnya komunikasi berjalan normal. Orang di aplikasi itu mengaku perempuan dan mengajak bertemu di kosnya. Tapi setelah sampai di lokasi, saya mulai curiga karena suasananya berbeda dengan yang dijanjikan,” ujar Yudi saat berbincang dengan media ini, Selasa (4/11/2025).

Yudi menuturkan, setibanya di lokasi, ia sempat menunggu di sebuah warung sambil menghubungi orang yang ia kenal melalui aplikasi tersebut. Tak lama, datang seseorang yang mengaku sebagai perantara dan meminta Yudi untuk menunggu di dalam kamar sambil menyiapkan pembayaran.

Kecurigaan Yudi semakin kuat setelah melihat beberapa orang lain di sekitar lokasi yang diduga merupakan bagian dari kelompok pelaku. Ketika ia berusaha membatalkan pertemuan dan pergi, sejumlah orang menghadangnya dan meminta uang dengan alasan “biaya kesepakatan” dan “keamanan”.

“Saya tidak ingin ribut, jadi akhirnya saya bayar saja. Nilainya memang tidak besar, tapi caranya sangat meresahkan. Mereka seperti sudah punya pola untuk menakuti korban,” ujarnya.

Beruntung Yudi berhasil keluar dari lokasi tanpa mengalami kekerasan fisik, namun ia mengaku trauma dengan kejadian tersebut. Ia memilih tidak melapor ke pihak berwajib karena kerugian yang dianggap kecil, namun berharap aparat bisa menertibkan aktivitas serupa di wilayah tersebut.

“Saya cuma ingin orang lain tidak mengalami hal yang sama. Ini harus jadi peringatan bagi siapa pun yang menggunakan aplikasi kencan, supaya lebih berhati-hati,” tegasnya.

Warga sekitar berharap aparat penegak hukum melakukan razia atau patroli rutin di kawasan yang diduga menjadi tempat praktik pemerasan berkedok kencan tersebut.

Fenomena seperti ini kerap muncul di sejumlah daerah perkotaan, terutama melalui aplikasi yang tidak memiliki sistem verifikasi identitas pengguna.

Salah satu Pakar keamanan digital juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan akun anonim di aplikasi pertemanan, serta menghindari kesepakatan tatap muka di lokasi yang tidak jelas atau sepi.

Bagaimana Menurut Anda?