Ini Sebab Kenapa Holil ‘ Keukeuh’ Mau Jadi Bupati Garut

20.316 dibaca

BUANAINDONESIA, GARUT – Tak banyak publik tahu, apa sebenarnya yang membuat Holil Aksan Umarzen ‘ keukeuh ‘ maju untuk menjadi Garut 1. Tak banyak juga yang faham, mengapa dirinya tidak surut untuk mencalonkan diri sebagai bupati Garut, kendati dirinya pernah gagal dalam kontestasi politik pemilihan kepala daerah yang berjuluk swiss van Java itu beberapa tahun lalu.

Advertisement

Holil mengatakan dirinya tak akan pernah menyerah untuk menduduki kursi bupati agar dirinya bisa merubah keadaan Garut ke keadaan yang lebih baik. Holil menyoroti tajam berbagai permasalahan Garut mulai dari sejarah Garut hingga tata kota Garut

” Adapun masalah kepemimpinan Garut dari periode ke periode belakangan ini saya anggap jauh dari harapan , dimana anggka kemiskinan terus meningkat, jumlah pengangguran semakin bertambah, tingkat kesejahteraan masyarakat menurun, lingkungan bermasalah semakin meningkat, tata kelola birokrasi dibawah standar, ” kata Holil

Lanjut Holil, semua itu menjadi ancaman yg berdampak pada kehidupan masyarakat bila tidak segera ada solusinya

” Apa alasannya? Tidak lain karena adanya kegagalan kepemimpinan itulah yg menjadi alasan saya maju pantang mundur menjadi Bupati Garut Tahun 2018 untuk menjadi solusi bagi semua masalah masalah yang ada di Garut saat ini, ” kata dia

Holil juga menyoroti Pemerintahan Garut dinilai selama ini tidak begitu mengerti bagaimana menghargai sejarah

” Buktinya nama jalan dan gedung di Garut tidak menggunakan nama yg mencerinkan Garut kaya akan sejarah.Tidak ada usaha serius menperjuangkan gelar pahlawan Nasional kepada para tokoh perjuangan Garut seperti RA Lasmingrat yg dinilai sangat layak mendapatkannya begitupun tokoh lainnya, ” jelas dia

Holil menambahkan dalam tata ruang dan pembangunan dinilai sangat standar. Peninggalan sejarah seolah terabaikan dan luput dari perhatian pemerintah

” Hampir tidak mencerminkan khas budaya Garut maupun khas budaya Sunda. Peninggalan peninggalan sejarah Garut terkait situs situs budaya yg semestinya dirawat sebagai kebanggaan malah diabaikan. Seperti halnya Limbangan yg diakui sejarah sebagai pusat kerajaan dan pusat pemerintahan kabupaten yg dipindahkan ke Garut.Bagaimana Garut bisa menjadi bagian dari bangsa yang besar apabila tidak menghargai sejarah dan para pahlawannya, ” cetus Holil