Bendahara Umum HIPAPN : Ayam Pelung sebagai Pusaka Indonesia

14.571 dibaca
Bendahara HIPAPN Djufri, berharap ada kontes ayam pelung di Kabupaten Bandung, Minggu, 18 Maret 2018 (Buana Indonesia Network / Fitnijar Prasetya).

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Bendahara Umum Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Nusantara (HIPAPN) Djufri, berharap adanya kegiatan kontes ayam pelung di DPD Kabupaten Bandung sebagai sarana bersilaturahmi dan membudayakan ayam pelung sebagai pusaka Jawa Barat, Minggu, 18 Maret 2018.

Advertisement

Djufri menjelaskan, HIPAP Nusatara berkomitmen untuk menggelar kontes di setiap DPD Kabupaten dan Kota di 11 provinsi yang sudah di bentuk, terutama di Jawa Barat. Salah satu tujuan kontes tersebut untuk memberikan pemahaman kepada peternak dan penggemar ayam pelung untuk memurnikan ayam pelung sebagai ayam asli Cianjur serta dalam hal kontes, HIPAP Nusatara berkomitmen untuk mengedepankan netralitas penjurian.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada peternak dan penggemar ayam pelung, bahwa kita itu harus memurnikan ayam pelung. Dan yang paling penting yaitu netralitas penjurian, kenapa netralitas penjurian yang penting untuk kami, karena ini yang akan mendorong para peternak dan penggemar untuk lebih menyukai ayam pelung. Contohnya begini, kalau semua orang mempunyai kesempatam untuk menjadi juara, tentu penggemar akan lebih banyak, kedua, peternak juga mempunyai kesempatan ayamnya menjadi juara sehingga dia bisa menjual sesuai dengan kualitas suaranya. Jadi kalau peringkat diatur, tidak semua bisa menjadi juara, jadi yang paling utama itu,” kata Djufri ketika diwawancarai oleh Buana Indonesia Network di acara kontes ayam pelung terbuka di kantor desa Rahayu, Kabupaten Bandung.

Acara kontes ini juga diikuti oleh setiap penggemar dan komunitas lokal di daerah, bukan hanya anggota HIPAP Nusatara. Dalam acara tersebut, Djufri juga menjelaskan bahwa acara kontes ayam pelung ini bekerjasama dengan Kepala Desa dan Kecamatan Margasih Kabupaten Bandung.

“Pelaksanan kontes biasanya adalah DPD kota dan kabupaten, tapi bisa juga berkerjasama dengan komunitas lain, seperti acara ini bekerjasama dengan komunitas ayam pelung Bandung Selatan atau sendiri juga diperbolehkan, karena kami juga siap dalam berkerjasama, karena semua penggemar ayam pelung adalah saudara dan orang yang perlu kami rangkul, supaya ayam pelung bisa berkembang dengan baik dan kami juga berterimakasih kepada Desa Rahayu dan Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung untuk fasilitas yang di berikan,” papar Djufri

HIPAP Nusantara juga berencana akan mengenalkan ayam pelung di level Internasional, karena menurut Djufri, ayam pelung adalah pusaka Indonesia yang harus diperkenalan ke tingkat Internasional, tinggal menunggu hak paten yang direncanakan waktu dekat ini oleh Pemerintah Daerah Cianjur.

“Insyaallah kita juga berencana ke arah pengenalan di level Internasional, karena ini adalah pusaka Indonesia, juga harus di kenalkan ke tingkat Internasional, jangan sampai di aku-aku oleh negara lain. Sekarang yang patenya memang belum ada, tapi alhamdulillah Pemda Cianjur akan membuatkan hak paten, menurut saya yang pantas adalah Pemda, kalau organisasi kan suatu saat bisa bubar, suatu saat juga bisa lanjut, tapi kalau Pemda Insyaallah akan ada terus sesuai dengan payung hukum yang ada,” tandas Djufri.

Editor : NA