BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Meski sehari-hari berprofesi sebagai pemulung, Eman, pria berusia 45 tahun, ini pantang menyerah menyekolahkan tiga anaknya. Warga Kampung Cikisik RW 12 RT 1 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Garut Kota itu memang tak main-main dalam hal pendidikan anak.
Menurut Eman, demikian ia akrab disapa, pendidikan merupakan bekal penting untuk meraih masa depan cerah. Ia pun rela mulai malam hingga pagi memulung sampah bekas pedagang kaki lima di sepanjang jalan Ahmad Yani, Ciledug, Ceplak, hingga Kerkof agar bisa memenuhi biaya sekolah.
“Saya ngerongsok sejak tahun 2001, biasanya saya ambil plastik, kardus dan bekas aqua gelas. Satu kilo plastik dihargai Rp 2500. Hasil rongsokan ini saya jual ke penampung yang ada di wilayah Rengganis” kata Eman, Selasa (6/6), sambil memilah sampah bekas para pedagang yang berserakan di depan Alun-alun Garut.
Berkat kerja kerasnya, tiga anaknya bersekolah hingga lanjutan yakni Evi kelas 3 SMA, Surya Galih kelas 2 SMP, sedang satu anak lain, Guruh, masih duduk di bangku SD.
Eman dan istrinya yang berprofesi sebagai buruh cuci, Ani (40), berharap ketiga anaknya bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak saya yang di SMA pingin lanjut kuliah katanya. Ya semoga saja bisa terwujud, saya ada keinginan juga anak yang kedua meneruskan sekolahnya ke lanjutan atas. Tapi kendalanya biaya,” ucapnya berkaca-kaca.












