Tari Topeng Losari yang Legendaris, Hari Ini Digelar Di Taman Budaya

17.076 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, JABAR – Taman Budaya menggelar seni tradisi khas kabupaten Cirebon, selasa, 18 April 2017. Kali ini gelaran dipersembahkan sanggar Purwa Kencana Pimpinan Nani Topeng Losari.

Advertisement

Nani adalah pewaris seni tari topeng Cirebon gaya Losari. Ia mewarisi seni tradisi ini melalui sang nenek, Mimi Dewi dan Mimi Sawitri. Mimi Dewi merupakan seniman yang pada era 70-an membawa tari topeng Losari ke puncak ketenaran bersama adiknya, Mimi Sawitri.

Nani sendiri manggung ke 16 negara, antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, Banglades, Malaysia, Italia, Belanda, Taiwan, Spanyol, dan Brunei. Semangat Nani melestarikan topeng Losari kian hari kian berat. Sejak sepeninggalan neneknya pada tahun 1999, sanggar miliknya di desa Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon sempat sepi penonton. Kini Nani memilih tetap bertahan untuk terus membawa misi pelestarian seni tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu ini.

Ada yang berbeda dari Topeng Losari ini. yang paling membedakan dari tari ini adalah tari topeng losari memiliki dua gerakan khas, Galeyong dan gantung sikil. Galeyong sendiri adalah gerakan memutar badan ke belakang. Gerakan ini hampir mirip dengan gerakan kayang. gerakan ini khas dan mungkin tidak akan kita jumpai ditari topeng Cirebon pada umumnya. Sedangkan gerakan gantung sikil adalah gerakan menari dengan posisi berdiri dan mengangkat satu kaki. Gantung sikil ini bisa dilakukan selama 10 menit tanpa henti.

Tari Topeng Losari dipentaskan dengan alur cerita atau lakonan. Biasanya dalam tari Topeng Losari kali ini mengambil cerita tentang Panji Sutawinangun dan Patih Jayabadra. Ciri lain dari topeng ini ialah topeng yang digunakan oleh penari sedikit berbeda. Topeng yang digunakan tidak memiliki lubang sama sekali. Bahkan di bagian hidung ataupun bagian mata topeng. topeng yang dikenakan penari pun diletakkan disebuah kotak yang memang ditempatkan diatas panggung.