Terjerat 5 Proyek Fiktif, Kades Tamansari Dijebloskan ke LP Pondok Rajeg

7.933 dibaca
Kades Tamansari yang ditahan

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR -Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Gumilar Sutedja (GS), akhirnya dijebloskan ke Rutan Pondok Rajeg, Cibinong, oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, pada Senin, 29 Januari 2018.

Tersangka GS dipanggil ke Kejaksaan Negeri sekitar pukul 11:00 WIB, dan dijebloskan ke Rutan Pondok Rajeg sekitar pukul 15:00 WIB tanpa ada perlawan dari tersangka. Penahanan orang nomor wahid di Desa Tamansari itu akibat lima proyek fiktif sejak tahun 2015-2017 yang hingga kini belum jelas uangnya ke mana.

Advertisement

Berdasarkan konferensi pers yang digelar Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Bambang Hartoto, didampingi Kasi Pidsus, Fransisco Tarigan, mengatakan, berdasarkan penyidikan sementara, pengakuan dari tersangka berinisal GS pekerjaan bisa mangkrak lantaran uang tersebut dipinjam oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor berinisal IP.

“Semua itu masih kita sidik, dan sejauh ini yang bersangkutan belum bisa membuktikan uang itu memang dipinjam oleh terduga yang disangkakan,” kata Bambang Hartoto.

Menurut dia, tersangka dalam keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nya memang menyebutkan jika uang dari bantuan pemerintah daerah  itu dipinjam oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor. Akan tetapi hingga kini tersangka belum bisa membuktikan ucapannya tersebut.

“Yang jelas, siapa pun sama di mata hukum. Saya tidak melihat dia Anggota Dewan atau Kepala Desa. Jika nanti dalam pengembangan ada bukti bahwa memang meminjam, maka dia harus mempertanggungjawabkan semuanya di mata hukum,” tegas Bambang.

Bambang mengakui, saat ini masih terus menyelidiki aliran dana ke lima proyek yang mangkrak ini, terlebih diduga kerugian negara mencapai Rp. 350 juta.

“Sejauh ini kami masih menetapkan tersangka tunggal, dan yang jelas instansi yang mengawasi dan mengurusi proyek-proyek ini akan kami panggil. Kenapa sampai tiga tahun bisa lolos seperti itu proyek fiktifnya? ” bebernya berretorika.

Editor: NA