Ketika Kanker Menggerogoti Tubuh Ringkih Rika

124.717 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT РSuaranya lirih, tubuhnya kering kerontang. Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah kesan ketika koresponden Buana Indonesia Network di Garut menemui Neng Rika Kartika (38). Warga Kampung Sindangsari desa Talagasari Kecamatan Kadungora Garut ini, usai bercerai dengan suaminya, Rika kini hidup sebatangkara di rumah kontrakannya dengan kanker dibagian lehernya.

Dari pengakuan Camat Kadungora, Dudung S untuk penyembuhan penyakit yang diderita oleh Rika, pihak Pemerintah Daerah Kadungora bersama puskesmas sempat membawa pasien ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Namun setelah beberapa hari dirawat di sana, Rika dipulangkan dengan alasan untuk operasi kanker di bagian leher sangat beresiko tinggi, sehingga dianjurkan untuk dibawa pulang.

“Sempat pasien dirujuk ke RSHS, namun beberapa hari kemudian dipulangkan dengan alasan operasi kanker di leher pasien beresiko tinggi,” ungkap Dudung, Selasa, 13 Maret 2018.

Lanjut Dudung, sejak itu pasien dirawat di rumah kontrakan oleh tenaga medis yang ada di puskesmas atas bantuan dr. Dadan Daniswara.

“Setiap hari pasien diperiksa kondisinya oleh tim medis puskesmas secara bergantian,” tambahnya.

Sementara itu dr. Dadan Daniswara mengatakan, untuk penanganan medis pihak puskesmas siap memeriksa pasien setiap hari secara bergantian.

“Bahkan apabila perlu dirujuk kembali, kami telah menyiapkan ambulan gratis yang siap mengantarkan kapan saja dengan program Sijeruk yang belum lama ini dicanangkan oleh Bupati Garut,” ujar Dadan.

Namun saat ditanya apakah Rika mau kembali dirujuk ke RSHS, pasien mengatakan bahwa dirinya sudah tidak mau dirawat di Rumah Sakit lagi.

“Wios abdi mah dirawat di bumi we, Kang (biar gak apa – apa saya di rawat di rumah saja),” cetus Rika dengan suara lirih.