Polisi Lakukan Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Ustadz Parwoto

7.383 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Polisi lakukan rekonstruksi kasus penganiayaan Ustadz Parwoto. Rekonstruksi dilakukan langsung oleh tersangka Asep Maftuh dan dihadiri beberapa saksi pada Senin, 19 Maret 2018.

“Kita lakukan adegan dari mulai kejadian awal, yaitu pukulan terhadap pager rumah almarhum sampai dengan almarhum keluar rumah sampai lari, terjatuh, dipukul, itu semuanya kurang lebih sampai dengan delapan adegan. Kita sudah lakukan rekonstruksi,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana Yusuf.

Dirinya berharap dengan adanya rekontruksi ini dapat membuat terang seperti apa tindak pidana ini terjadi. Yoris juga menjelaskan terkait dengan kejiwaan tersangka Asep menurutnya yang bersangkutan memang mengalami gangguan kejiwaan

”Gangguan mental yah, kadang dia dapat berbicara dengan normal tetapi kadang mungkin ketika dia sedang off itu dia sama sekali tidak bisa mengenal orang, dan dia tidak bisa berbicara bahkan ngelantur bicaranya,” ungkapnya.

Masalah kejiwaan memang dialami tersangka dan sudah sejak lama, akan tetapi memang Asep tidak pernah dibawa ke dokter dan tidak pernah dilakukan perawatan terkait dengan kondisi kesehatan mentalnya ini.

“Tadi kalo kita liat kondisi dia sekarang sedang bagus dan tidak dalam kondisi tertekan, apabila kita tanya pada psikolog ketika dia tidak tertekan dia dapat berbicara dengan baik, untuk kendala tidak ada hanya menyesuaikan waktu saja,” tambah Yoris.

Terkait pelimpahan kasus ini pihak Yoris mengatakan kepolisian masih menunggu dari kejaksaan, dimana berkas perkara sudah dikirimkan dan sedang diteliti oleh kejaksaan.

“Ketika berkas lengkap kita akan mengirimkan tersangka beserta barang bukti untuk dapat saya kira disidangkan,” pungkapnya.

Dari penyelidikan polisi, Ustadz Prawoto dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan linggis. Terungkap Komandan Brigade Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) itu dibunuh oleh tetangganya, Asep Maftuh, 45 tahun.

Polisi menyebut, kejadian berawal saat pelaku Asep menggedor rumah Ustad Prawoto menggunakan pipa besi. Utstad Prawoto kemudian menegur pelaku.Teguran korban membuat pelaku tambah emosi. Pelaku mengejar korban sambil membawa potongan pipa besi.

Korban dikejar hingga 500 meter dan terjatuh di depan warung milik Eni. Pelaku kemudian menganiaya korban di bagian kepala dan tangan hingga tak berdaya. Akibatnya, kepala korban bocor dan mengalami patah tulang.

Pembunuhan sadis itu membuat geger warga Blok Kasur RT 01 RW 05 Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung oleh kejadian yang terjadi Kamis, 1 Februari 2018 pagi itu. Tak hanya warga disana, publik luas pun tersentak dengan kejadian ini.